Kasihmu tak terbantahkan
Lelahmu tak terbayarkan
Bahkan nyawa ini takkan mampu...
Membalas pengorbananmu
Air mata yang kau teteskan
Kesabaranmu yang tak ada batasnya
Kecemasanmu...
Peluhmu...
Rasa laparmu...
Semangatmu...
Pujianmu...
IBU
Aku kotor tanpamu
Aku bukan apa-apa tanpamu.
Rasa sesak didada
Akan slalu abadi
Ketika aku tidak berguna bagimu
Ketika aku melontarkan amarah padamu
IBU
Bait dan sajak tak akan cukup...
Tak akan cukup melukiskan...
Kebaikan dirimu...
Ketulusan dirimu..
IBU
Neraka akan aku huni
Untuk menebus dosa dosamu.
Karmu aku akan pangku
Aku menjunggungmu menjadi
Malaikat yang sempurna.
IBU
Terima kasih untuk segala-galanya.
Selasa, 22 Desember 2015
IBU
Rabu, 23 September 2015
Lalai
Tinggi egoku
Amarah nadaku
Aku tak peduli luka hati
Tak mengenal dosa
Aku selalu benar
Salah bukan diriku
Melangkahi waktu
Terus menerus seperti terbius.
Tanpa sadar
Dosa pun terus tercipta.
Aku lalai
Berkawan emosi
Sungguh aku lalai
Emosi ini
Ego ini
Hampir menghancurkan segalanya.
Jumat, 24 Juli 2015
Aku terima
Aku larut dalam duka
Bisu dengan lara.
Trauma di jiwa
Melekat dalam dada.
Semua seperti fatamorgana
Kamuflase tak terlepaskan.
Langkah terhenti...
Akan tajamnya rindu.
Aku rapuh
Tergerus menghilang
Seperti debu kremasi
Yang akan selalu dikenang.
Tatapan kosong ini
Konflik hati ini
Adalah nyata dihidupku...
Bahagia tertawa
Angan terpuaskan
Adalah bagian semu dihidupku
Alam bawah sadarpun berkata
Terima kasih atas semua ini.
Akan kunikmati
Akan aku ladeni
Semua pahit ini.
Rabu, 22 Juli 2015
Budak dari takdir
Ketika bintang itu tak dapat ku raih...
dan semakin menjauh...
Maka akan aku biarkan dia menjauh...
Tak akan aku raih lagi...
Aku hanya cukup melihatnya saja...
Melihatnya dari kejauhan...
Mengagumi keindahannya dari kejauhan.
Bintang itu hanya cukup aku kagumi...
Tanpa harus menggapainya.
Bukan tanpa alasan...
Tapi tidak layak untuk melawan takdir.
Antitesis dari takdir utk memiliki bintang.
Percuma melawan...
Karna aku bukan sang penentu takdir.
Aku hanyalah budak takdir...
Budak dari takdir...!!!
Minggu, 17 Mei 2015
Apa...
Mencari tanpa lelah...
Kemana arah hidup ini...
Walau diam sejenak...
Alam bawah sadar slalu bertanya...
Apa makna dari semua ini....
Semua masih meraba raba...
Tp pedih dan sakit ini nyata...
Bukan tafsir atau hayalan...
Jamah alam dan fana...
Masih pun aku bertanya...
Tunduk kah aku dengan takdir?
Berusaha tidak...
Aku ingin mengenal nahkoda hidup ini...
Apa maunya...
Rabu, 06 Mei 2015
Sapa senyum sang mentari
Sapa senyum sang mentari...
Mewarnai bumi...
Menandai pertarungan dimulai...
Jejak langkah yang tak pasti...
Mencari arti hidup ini...
Sapa senyum sang mentari...
Mengiringi tanya ini...
Apa arti hidup ini...
Riuh rendah euforia fana...
Bertahan dalam asa...
Menembus hirarki takdir...
Sapa senyum sang mentari...
Menjadi misteri...
Sampai kapan akan menikmati...
Rabu, 22 April 2015
Abadimu
Sayatan luka yang kau buat ini akan selalu abadi...
Mengikis waktu... menembus arus jaman...
malam yang sepi seolah menertawaiku...
terus tertawa akan kekalahanku...
Siksa kamuflase sungguhpun menyayat...
Antara dendam dan cinta berjalan beriringan...
Putih dan hitam dalam ruang kosong...
Tergambar sosokmu selalu...
Cerita yang akan slalu abadi...
Sampai mati...